" Ya.. Allah.., berilah hidayat, hifazat dan maghfirahMu kepada pemimpin kami Imam Mahadi Al-Muntazar walau di mana baginda berada. Selamatkanlah baginda, bantulah baginda, begitu juga para pejuang Islam yang akan bergadai nyawa di sisinya. Ya.. Allah.., selamatkanlah seramai mungkin umat ini dari fitnah dan sihir Dajjal. Ya.. Allah.., bantulah kami menghadapi gelombang-gelombang ujian yang bakal mendatang "


INFO TERKINI GEMPA BUMI SABTU 3 MARCH 2012
8.20 pm -
Gempa bumi kuat bermagnitud 6.7 skala Richter telah berlaku di Tenggara Kepulauan Loyalty. Pusat gempa bumi tersebut terletak di latitud 22.1 Selatan longitud 170.5 Timur - 6403km Tenggara Tawau, Sabah :- JMM
PRO REFORM VIDEO - Piring Terbang..?

22 September 2010

Merobek Al-Quran dan Mengoyak Umat

oleh: Ahmad Abu Ratimah

Saat seorang paderi yang tidak terkenal hendak membakar kitab suci Al-Quran, umat merasa terbakar. Sebahagiannya merasakan perlakuan ini mengancam dan meruntuhkan Islam. Seolah-olah membakar mushaf akan menghapuskan Al-Qur’an dari eksitensinya.

Kebanyakannya berpendapat bahawa paderi yang telah disahkan sendiri oleh anak perempuannya menyebut ayahnya hilang akal, dimana gerejanya hanya berjamaah tidak lebih dari 50 orang. Itu semua hanyalah untuk mencari sensasi dan populariti dan impiannya berjaya dengan bantuan media dan pejabat kerajaan tanpa merasa bertanggungjawab.


Sedangkan, jika kita keluar berdemo mengecam orang yang mengalami gangguan jiwa, ianya tidak akan merasa apa-apa pun. Oleh itu, demo berkenaan akan menimbulkan kepuasan tersendiri dalam diri di penderita kejiwaan. Ia akan merasa menjadi orang penting dan berpengaruh.

Dengan segera paderi berkenaan (penulis tak perlu sebut namanya karena memang tidak penting) mendirikan sebuah institiusi pendidikan dan latihan meraih populariti antarabangsa dalam waktu yang singkat.

Bayangkan jika dia melakukannya tanpa gegap gempita media dan teriakan pejabat kerajaan, tak seorang pun peduli, apakah ianya akan mengancam Islam? Apa yang terjadi, jika kita ikuti petunjuk Al-Quran dan kita berpaling dari aksi bodoh itu?

وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

“serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (Al-A’raf: 199)

Bumi ini dihuni oleh lebih dari 6 million manusia. Dari jumlah yang besar ini, ada banyak orang yang dengki dan sakit jiwa. Kita tidak akan mampu menghimpun manusia dan orang yang memperlekehkan lambang-lambang agama kita di dunia ini.

Maka langkah terbaik untuk meguruskan mereka adalah “anggap mereka bodoh, masa bodoh dan menghindar”. Sebab jika bertindak balas, ianya akan merangsang orang-orang bodoh itu berasa terkenal dan penting. Dan inilah yang terjadi di dunia ketika ini.

Kita terjatuh dalam kesalahan yang sama ketika terjadi krisis karton menghina Nabi Muhammad SW. Kita meletakan orng-orang gila itu menjadi pahlawan di mata bangsa mereka. Bayangkan, pada itu, kita sendiri yang mengubah sosok tidak dikenal di negera yang tidak terkenal menjadi orang lebih terkenal dari pada “api di bendera”.

Kita bakar gambar-gambarnya dalam tunjuk perasaan dan sebarkan di laman-laman web. Dalam masa kita mengecam, ia dipuja-puja oleh bangsanya dan mendapatkan nobel perngharagaan dari pemimpin barat. Terakhir senator Jerman telah menganugerahkan penghargaan kepada kartunis berkenaan.

Penulis akhirnya merasa bahwa kali ini dan yang sebelumnya kita lebih banyak di permainkan. Penulis lebih memilih untuk tidak pedulikan kelompok umat Islam lainnya yang tidak mau belajar dari peristiwa.

Kita salah ketika memutar balikkan prioritas dan mengerahkan kuasa umat dalam “perang sampingan” sementara kita melupakan “perang inti”. Seakan masaalah kita dengan Amerika bermula dari si bodoh itu.

Masalah kita dengan Amerika bukan karena peristiwa itu. Namun karena daftar panjang hitam dan kejahatannya terhadap kemanusiaan.

Masalah kita dengan Amerika bukan karena perbuatan kebudak-budakan ini. Namun karena politik AS yang mendukung entiti Israel menjajah tanah kita, merampas kekayaan alamnya, menjaga rejim diktator di dada kita.

Bukan kebetulan ketika Hillary Clinton pada masa mengeluarkan kenyataan kepada umum mengenai pembakaran mushaf Al-Qur’an, kemudian menyatakan bahwa Sudan sudah terbelah dan warga Sudan selatan sudah dipastikan melakukan referendum untuk disintregasi.

Ya, kita pergi jauh terpancing dengan perang pembakaran mushaf Al-Qur’an, sementara Hillary mulai bagi-bagi harta rampasan perangnya sebelum perang dimulai bahkan dan membicarakan kekayaan alam di Sudan Selatan dan ladang minyaknya.

Inilah sikap Amerika resmi yang berusaha memecah belah kita dan negeri kita. Namun tak seorang pun terpancing. Ia terlewatkan tanpa sikap penolakan. Padahal itu jauh lebih berbahaya di banding ulah personal bodoh yang membakar Al-Quran.

Pemerintah Amerika jauh lebih licik dan cerdik dibanding sebagian warganya seperti si paderi itu. Kerana ia hanya mendapatkan kecaman termasuk dari Hillary. Selama konspirasi penghancuran umat tidak diragukan lagi oleh umat Islam, tidak bergitu penting sikap seremonial Amerika agar menghormati agama dan tempat suci. Itu hanya di mulut.

Amerika mengumumkan secara rasmi mengecam tindakan si pastor agar umat Islam tetap lena dalam tidurnya. Menyekat suara ekstrim seperti pastor ini lebih banyak bermanfaat bagi projek hegemoni Amerika ketimbang kepentingan umat.

Pengoyakan umat jauh lebih berbahaya 1000 kali dibanding pengoyakan kertas mushaf. Kemenangan kita dengan dan bersama Al-Quran bukan dengan kita merespon secara emosional, namun dengan menghidupkan makna-makna Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, kita berpegang teguh dengannya, bersatu, berjihad melawan kezaliman, dan berjalan di jalan yang lurus yang diserukan Al-Quran.

Bukankah kita sendiri yang ‘mengoyak’ Al-Qur’an sebelum mereka mengoyaknya? Dengan cara kita tinggalkan nilai-nilai dan ajarannya, dengan cara kita sia-siakan energi besar peradaban kita. Kalau kita tegakkan kewajiban kita terhadap Al-Qur’an dengan sebenarnya, dunia tidak akan seperti ini dan sejarah pasti berubah….

Kapan kita sadar dan pintar mengatur prioritas kita dan kita lampaui reaksi emosional menuju upaya sistematis untuk membangkitkan realita kita? Kita arahkan kompas kita ke arah yang benar, tidak belok dari arah peperangan riil dan inti kepada peperangan sampingan sehingga kita tidak menjadi sosok-sosok yang rasional terhadap yang hal-hal lekeh.
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang Dia menyaksikannya.” (Qaaf: 37)

artikel asal: infopalestina

No comments:

HIMPUNAN ARTIKEL-ARTIKEL SEBELUMNYA